Tidak banyak orang yang suka tidur dalam kegelapan,
alasannya gelap menimbulkan perasaan tertentu yang tidak menyenangkan sehingga
mereka sulit tidur nyenyak, dan orang yang terbiasa tidur dalam gelap juga akan
merasa terganggu manakala mereka tertidur dalam kamar yang bercahaya terang.
Menurut riset yang dilakukan oleh Joan Roberts seorang
sosiolog di Amerika, tidur dalam keadaan gelap justru memberikan efek yang
sangat baik bagi kesehatan. Sebab pada saat tidur semuar organ tubuh kita
beristirahat, kecuali kelenjar yang menghasilkan hormon Melatonin dan kelenjar
ini akan bereaksi pada saat kita tidur di tempat gelap.
Hormon melatonin ini sendiri berfungsi mengatur kerja
hormon yang lain salah satunya hormon reproduksi wanita, tingkat melatonin
mengindikasikan kapan akan terjadi menstruasi, jangka waktu menstruasi dan
menentukan waktu masa menopause wanita. Hormon melatonin juga dapat membantu
menurunkan resiko penyakit kanker payudara pada wanita , kanker prostat pada
pria dan berfungsi sebagai anti aging bagi tubuh kita. Beberapa penelitian
kesehatan menunjukan hasil bahwa mereka yang menderita kanker payudara dan
kanker prostat memiliki level melatonin yang rendah, sehingga akan disarankan
untuk meningkatkan level melatonin beserta penggunaan obat konvensional lain
agar dapat menekan penyebaran kanker.
Melatonin juga dapat dihasilkan melalui meditasi,
karena pada saat meditasi tubuh kita istirahat total dan terfokus pada satu
titik. Seperti pada saat kita tidur.
Selain menghasilkan hormon melatonin, tidur
berkualitas yang berarti istirahat total juga akan membuat proses detoksifikasi
hati berjalan optimal dalam pembentukan asam amino glutathione yang berfungsi
sebagai anti oksidan yang menetralkan stres oksidatif dan radikal bebas yang
berpengaruh buruk pada tubuh kita.
Untuk yang masih takut tidur dalam keadaan gelap
gulita bisa disiasati dengan penggunaan lampu temaram terlebih dahulu sehingga
lama kelamaan akan terbiasa dan akhirnya bisa tidur dalam keadaan gelap.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar